Product & Services

Detoksifikasi Hati

Hati adalah organ detoksifikasi yang utama, karena organ ini menyaring semua makanan yang dikonsumsi menuju usus dan mempersiapkan pengeluaran sisa-sisa racun dari tubuh melalui sistem ekskresi. Detoksifikasi yang lain bisa berlangsung pada usus, ginjal, paru-paru dan kulit.

Organ hati memiliki lebih dari 500 fungsi,  diantaranya adalah :

  • Menyimpan zat besi, vitamin dan mineral
  • Membuat cairan empedu yang membantu fungsi pencernaan
  • Mendetoxifikasi bahan kimia yang beracun untuk tubuh
  • Menyimpan lemak, karbohidrat dan gula sebagai cadangan energi
  • Membuat sel darah
  • Membuat protein
  • Membuat faktor pembekuan darah

Pada setiap lobus hati terdapat 3 pembuluh darah:

  • Arteri hepatik : yang membawa darah bersih dan nutrisi menuju ke organ hati
  • Vena Porta  berasal dari usus yang membawa nutrisi dan vitamin untuk disimpan dan dimetabolisme. Pembuluh darah ini juga membawa sel-sel darah merah rusak, bakteri dan toksin yang perlu di buang oleh hepatosit (sel-sel hati).
  • Saluran empedu mengalir dalam arah yang berlawanan. Hepatosit memproduksi empedu yang berakhir dalam saluran empedu. Saluran ini akan membentuk saluran hati utama dan akan menyatu dengan duktus sistikus (saluran empedu), yang berasal dari kantung empedu.

 

Di pusat setiap lobulus terdapat vena lobular pusat. Darah mengalir dari arteri hepatika dan vena porta berakhir ke vena lobular pusat, dan dari sini masuk seluruh sistem sirkulasi,menuju jantung untuk me-restart siklusnya.

Kantung Empedu (Gallbladder)

Empedu terbuat dari air, kolesterol, garam empedu, protein, bilirubin, dan lemak. Bersama dengan cairan pankreas, empedu dapat mencernakan lemak dan vitamin dalam usus besar serta penyerapan kalsium dan zat besi.

Adanya batu hati dapat menghambat aliran empedu yang dibutuhkan, yang pada akhirnya tidak akan mengalirkan cairan pancreas yang cukup. Jika penyerapan yang dibutuhkan gagal, tubuh akan mengambil kalsium dan zat besi dari tulang.

Malabsorbsi akan menyebabkan makanan yang tidak tercerna yang akhirnya mengakibatkan proliferasi bakteri.  

Sebelum melakukan proses detoksifikasi hati itu sendiri, akan diawali dengan Pembersihan Parasit (Parasit Cleanse) yang bertujuan membersihkan parasit yang ikut terkonsumsi bersama makanan.

Hasil detoksifikasi dapat berupa cairan seperti lumut kehijauan, pasir atau bahkan  batu  kecil dan besar, yang jika dibiarkan akan menjadi batu empedu. Gunakan saringan yang ada untuk menyaring kotoran hasil detoksifikasi. Ini akan membuat kita tahu dan memahami setiap proses detoksifikasi, dan selanjutnya akan lebih memahami bahwa bahan makanan apapun yang kita konsumsi, pasti akan melewati organ hati. Organ hati yang sehat, adalah yang senantiasa bersih dari beban aneka lemak jenuh yang sering kita konsumsi melalui makanan yang digoreng.

Hasil detoksifikasi yang harus disaring dan dibuat dokumentasi (foto) adalah pada malam hari ke-2 dan pagi hari ke-3.

  • Hasil Laboratorium yang bisa diperbaiki dengan detoksifikasi hati adalah :
  • Laju Endap Darah (LED) yang meningkat -> bisa menjadi normal
  • Fungsi Hati : SGOT, SGPT, Gamma GT meningkat -> menjadi normal
  • Gula Darah yang tinggi -> menjadi lebih normal

SIAPA SAJA YANG MEMERLUKAN DETOKSIFIKASI HATI

  1. Mudah lelah (fatigue), low energy
  2. Kolesterol tinggi, hipertensi, gangguan metabolisme (Diabetes)
  3. Mudah alergi, sistem imun yang rendah
  4. Insomnia, sakit kepala (pusing), Migraine, vertigo
  5. Menderita Alzheimer’s, Autism, ADHD, Psoriasis, Vitiligo, Lupus, berbagai penyakit autoimun
  6. Mudah berjerawat, bau keringat yang mengganggu, gastritis, GERD’s
  7. Hati dan kantung empedu, sulit untuk menaikkan atau menurunkan berat badan

PERHATIAN:
Jangan kecewa jika batu-batu yang keluar bersama proses detoksifikasi ini tidak besar dan tidak ada parasit keluar. Sekalipun batu-batu yang keluar dari hati  hanya sedikit dan berukuran kecil, itu sangat berarti untuk hati dan untuk kesehatan Anda secara keseluruhan.

Pembersihan  batu empedu dari hati secara dramatis meningkatkan pencernaan, yang merupakan dasar kesehatan. Anda akan mengharapkan al  banyak berkurang dapat melakukan detoksifikasi hati ini. Dan juga akan menhilangkan keluhan-keluhan nyeri badan seperti nyeri bahu, lengan atas, punggung dan pinggang. Anda akan merasa energik dan terasa kesehatan semakin sempurna setelah detoksifikasi berlangsung.

Membersihkan saluran empedu dan hati merupakan prosedur yang sangat baik yang anda bisa lakukan untuk meningkatkan kesehatan anda. Tetapi tidak boleh dilakukan sebelum anda menyelesaikan program pembersihan parasit/ cacing dan untuk hasil terbaik sebaiknya diikuti dengan program detoksifikasi ginjal dan usus bilamana diperlukan. Dari hasil laboratorium yang anda miliki, Dokter akan menentukan baiknya anda menjalankan detoksifikasi organ lain mana, setelah melakukan detoksifikasi hati.  

Fungsi hati adalah memproduksi cairan empedu, 1  sampai 1.2 liter sehari.   Organ hati penuh dengan saluran-saluran empedu yang menyalurkan cairan empedu ke saluran yang lebih besar (common bile duct). Kantung empedu terletak pada common bile duct dan bertindak sebagai gudang reservoir. Mengkonsumsi lemak atau protein akan merangsang kantung empedu untuk mengosongkan isinya dalam 20 menit, dan cairan empedu pekat itu akan disalurkan ke usus.

Untuk beberapa orang, termasuk anak anak, saluran empedu ini dapat tersumbat oleh batu, yang menyebabkan  allergy atau jamur tanpa gejala. Ketika kantung empedu dideteksi dengan USG / x-ray tidak tampak adanya batu. Biasanya, karena tidak berada didalam kandung empedu.  Tidak hanya disebabkan terlalu kecil dan tidak berkalsifikasi. Pada pemeriksaan x-ray bisa ditemukan ada lebih dari 6 jenis batu empedu, yang seringnya adalah Kristal kolestrol. Batu lain adalah komposit dibuat dari banyak batu kecil, yang menunjukkan bahwa mereka  akan dikumpulkan dalam duktus coledocus dari sejak pembersihan terakhir. Menurut pendapat ahli, parasit yang mati juga menyebabkan terjadinya pembentukan batu. Bila batu membesar dan menjadi banyak maka tekanan dalam hati akan membuat produksi  cairan empedu lebih sedikit. Hal ini akan  menghalangi aliran getah bening (lymphatic) yang menuju ke hati.

Tips sebelum memulai Detoksifikasi Hati :

    • Hindari mengkonsumsi makanan berminyak seperti gorengan atau fast food, makanan berserat tinggi, makanan dengan protein tinggi seperti daging dan makanan yang mengandung senyawa kimia. Hindari mengkonsumsi minuman ringan selama 7 hari pertama periode pembersihan usus. Disarankan pula agar tidak mengkonsumsi sayuran terlalu banyak.
    • Secara bertahap, kurangi porsi makan dari 70% dari porsi biasa sampai 30% dari porsi biasa di mulai 3 hari , sebelum Anda memulai detox hati.
    • Upayakan pencernaan kita lancar sebelum dan sesudah proses detox untuk membantu membersihkan sisa-sisa toxin yang mengeras di dalam usus.
    • Proses detox hati yang sebenarnya dimulai pada hari ke 2 pada jam 6 sore sampai hari ke 3 pada jam 12 siang, selama periode ini pasien tidak diperbolehkan untuk makan apapun, kecuali minum air hangat. Konsumsi buah dapat menjadi alternatif apabila Anda merasa sangat kelaparan.  

 

 

HASIL DETOX HATI & KANTUNG EMPEDU

Yang keluar dari hasil detoksifikasi adalah  sebagian kristal kristal kolesterol, deposit toksin, dan polutan yang ikut terkonsumsi selama hidup kita. Baiknya detoksifikasi dilakukan 1-2 kali dalam 1 tahun atau jika kita rutin mengkonsumsi makanan yang kaya akan lemak jenuh baiknya melakukan detoksifikasi selama 3 bulan sekali.

Hasil Detox usia 50 Tahun

Hasil Detox usia 25 Tahun

Jenis warna batu toxin yang keluar :

  1. Batu toxin berwarna hitam, menandakan adanya akumulasi toxin yang berlangsung lama di dalam hati, kemungkinan mengandung logam berat.
  2. Batu toxin berwarna kekuningan atau kehijauan, menandakan adanya akumulasi kolesterol di dalam hati.
  3. Batu toxin empedu berwarna gelap, menandakan adanya konsentrasi kolesterol yang tinggi pada empeduatau racun lainnya.
  4. Batu toxin empedu berwarna putih, menandakan klasifikasi batu toxin yang terlepas dari jaringan empedu.
  5. Batu toxin berwarna coklat atau merah, menandakan adanya deposit senyawa kimia pada pembuluh darah dan pada hati seiring dengan adanya konsumsi obat-obatan atau terlalu banyak mengkonsumsi makanan dengan senyawa kimia yang tinggi.
Need Help? Chat with us